Record Details
Text
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. A DENGAN GANGGUAN SISTEM PERSYARAFAN: HERNIA NUKLEUS PULPOSUS DI WESTWING 3 RUMAH SAKIT ADVENT BANDUNG
XMLABSTRAK Di negara-negara berkembang terutama di Indonesia di perkirakan sekitar 60% orang dewasa terkena penyakit Hernia Nukleus Pulposus. Dan sekitar 50% orang muda terkena Hernia Nukleus Pulposus karena kegiatan yang ekstrim. sejak bulan November 2010 sampai dengan Januari 2011 di Klinik dokter spesialis saraf, Metro Lampung dengan sampel berjumlah 20 orang yang terdiri dari jenis kelamin laki-laki dan perempuan, dengan usia 40-60 tahun. Hernia Nukleus Pulposus adalah kerusakan kartilago di sekitar discus intervertebra yang ditandai adanya profusi pada nukleus pulposus. Gejala yang biasa timbul akibat hernia nukleus pulposus nyeri pada tulang belakang, spasme otot, tekanan pada refleks tendon dan hiperestesia pada daerah yang terpengaruh. Penulisan karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk mendapatkan pengalaman yang nyata. Metode yang digunakan dalam bentuk studi kasus, teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi. Masalah yang didapati pada saat Tn. A nyeri pada tulang belakang, kurangnya pemenuhan perawatan diri, dan intoleransi aktivitas fisik. Pada saat perencanaan penulis tidak menemukan adanya hambatan karena adanya data yang lengkap dan kerja sama yang baik antara pasien dengan perawat. Pada saat melakukan tindakan keperawatan penulis sering mendapat hambatan karena klien sering dibawa ke fisioterapi oleh petugas. Saat evaluasi tidak semua masalah dapat teratasi sehingga intervensi harus dilanjutkan oleh perawat ruangan. Pada saat pemeriksaan diagnostik tidak semua dilakukan hanya pemeriksaan CT-scan. kesimpulan yang dapat diambil dari penyakit Hernia Nukleus Pulposus adalah penyakit ini bisa dialami oleh orang tua dan orang muda karena melakukan aktivitas yang berlebihan di luar kemampuan. Perawatan pada klien Hernia Nukleus Pulposus memerlukan perawatan yang intensif dan komprehensif agar klien terhindar dari komplikasi. Saran yang diberikan pada klien dan keluarga adalah harus memperhatikan pola aktivitas dan harus istirahat yang cukup untuk proses pemulihan.
Detail Information
| Item Type | |
|---|---|
| Penulis |
Mori Agustina Br Perangin-angin, M.Kep
- Personal Name
Sapti H. Widiyarti, S.Kep., Ns., MPH
- Personal Name
Nurhayati Siagian, S.Kep. Ns., M.Kes., AIFO
- Personal Name
Yosua Immanuel Nadeak
- Personal Name
|
| Student ID | |
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI | |
| Edisi |
Publish
|
| Departement | |
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Fakultas Ilmu Keperawatan UNAI : Bandung., 2017 |
| Edisi |
Publish
|
| Subyek | |
| No Panggil |
617.559 NAD A
|
| Copyright | |
| Doi |