Record Details
Text
PERANAN ANGGARAN BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT BANTU MANAJEMEN DALAM PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA P.T. MANDOM INDONESIA, Tbk
XMLABSTRAK PERANAI{ ANGGARAN BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT BANTU MANAJEMEN DALAM PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PT. MAI{IX)M INDONESIA, TbK Oleh: Iskandar Muda Panggabean Dalam penyusunan anggaran biaya produksi perlu disusun jadrval kegiatan produksi yang berisijumlah barang yang akan di produksi, agar semua fasilitas dan kapasitas yang dimiliki perusahaan dapat dimanfaatkan secara efisien sehingga tidak terjadi pengamburan kapasitas dan juga menghindari terhentinya kegiatan produksi. Proses penlusunan anggaran di PT. Mandom Indonesia, Ttrk menggunakan Bottom Up Approach. Tahap - tahap penyusunan anggaran biaya produksi di mulai dari bagian occounting, yang bertugas untuk memperoleh informasi dari departemen yang berkaitan dengan kegiatan produksi menganalisis dan mengajukannya ke Rapat Komite Anggaran (RKA). Jika anggaran tersebut tidak disahkan RKA maka perlu dianalisis dan direvisi kembali oleh bagian accounttng setelah disahkan anggaran tersebut akan di distribusikan ke masing masing bagian. Pengendalian biaya produksi pada PT. Mandom Indonesia, Tbk terdiri atas biaya pemakaian bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang dilakukan secara keseluruhan. Perusahaan men_uendalikan biaya produksi dengan menganalisis dua dampak yaitu dampak internal seprerti penveleNengan bahan baku dan dampak kedua 1,artu ekstemal seperti perubahan ekonomi. Dan hasil analisis selisih biava bahan baku kedua produk. drdapatr selrsih harga dan selisih kuantitas yang.fawtruhlc jenis bahan bahu yang signifikan pada tahun 2001, diakibatkan karena adanra subsrdi silans dari PT. Mandom lndonesia, Tbk untuk mensukseskan renew and refit.th dari Gatsb', dan Pucelle Dari analisis selisih Braya Tenaga Kerja I-angsung didapati selisih jam kerja untuk Gatsbv sebesar Rp. 826.831.500 jit'oruble) dan Pucclle sebesar Rp 42-214 16l (urorublc), hal ini diakibatkan karena penggunaan mesin canggih vang telah rnenghemat jam kerja produksi rnenjadi 139 larn sedangkan selisih tarrf upah untuk Gatsbv sebesar Rp 940.296.000 llitvtruhlc'1 dan Pucelle sebesar Rp. 46 739.700 (fuwrable) diakibatkan karena jumlah buruh yang berkurang vaitu buruh kontrak dan buruh lepas. Analisis selisih biaya overhead pabrik secara keseluruhan Rp. 3.855.135.200 (fovorablc)- sedangkan pada analisrs empat selisih rang terdrri dari spcndrng vzrrlance sebesar Rp. 7. 100.131.850 (/uvorublclhal inr disebabkan adanya subsidi silang dari beberapa produk di P.-[ Mandom Indonesia Ttrk., sedangkan nllt cupucit,t' variance sebesar Rp. 571.454.710 favorable) disebabkan para distributor memesan lebih banyak dari jumlah target produksi PT. Mandom Indonesia, Tbk dan variahle eficienc.v variance sebesar Rp. 3.245.032.680 (unfavorahle) sena ftxed eficiency voriance sebesar Rp. 574.454.710 (unfavoroble) disebabkan karena adanya hambatan dari proses prodr.rksi yaltu para buruh tidak mahir menggunakan teknologi mesin produksi yang baru pada bulan Juli 2001, maka tindakan perusahaan akan memberikan pelatihan kepada para buruhnya agar dapat menggunakan mesin tersebut secara optimum.
Detail Information
| Item Type | |
|---|---|
| Penulis |
Iskandar Muda Panggabean
- Personal Name
H. Widijanto, S.E., M.M., A.k
- Personal Name
R. Hasibuan, S.E
- Personal Name
|
| Student ID | |
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI | |
| Edisi |
0
|
| Departement | |
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Fakultas Ekonomi UNAI : Bandung., 2005 |
| Edisi |
0
|
| Subyek | |
| No Panggil |
338.512 PAN P
|
| Copyright | |
| Doi |