Record Details
Text
"ANALISIS TEOLOGIS PEMAHAMAN KONSEP KEMATIA ALKITABIAH BERDASARKAN CERITANYA DI DALAM KISAH KASIH TUHAN ABADI DI ASRAMA PUTRA UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA BANDUNG"
XMLABSTRAK ANALISTS TEOLOGIS PEMAI{AI,IAN KoNSEP KEMAT,IAN ALKITABTAH BERDASARKAN CERITANYA DT DALAM KTSAH KASTH TUTAN ABADI D] ASRMA PUTRA UNTVERSTTAS ADVENT INDONESIA BANDUNG Oleh: Yordan Aronggear NIM:0811011 Penelitian ini dilakukan di asrama putra Universltas Advent Indonesia. Responden yang dianali,sis adalah 60 mahasiswa. Setelah melakukan karya ilmiah ini dengan seksama dihasilkanlah sebuah kesimpulan yang cukup signifikan. Ada 5 pernyataan penerapan 1ahiriah dari 10 pernyataan yang hasilnya di atas 50E. Hasil, evaluasi kualitas pemahaman warga Asrama putra UNAI tentang konsep kematian Alkitabiah yang memiliki pemahaman penerapan lahiriah di atas 50E adalah 40 orang. Dengan demikian, kebanyakan mahasiswa masih bertitik pusat pada penerapan lahiriah bi]amana berbicara tentang kematian Alkitabiah. Pada ha1 kematian ini disebut tidur di dalam Alkitab. Hal ini hanyalah akibat dosa, yang di Kejadian 3 disebut kembali ke tanah. Kematian ini tidak perlu ditakuti, karena mereka hanya tidur dalam Tuhan dan pasti ada kebangk bagi yang beri.man. Ada 4 pernyataan penerapan batiniah darl 10 pernyataan yang hasiLnya di atas 50t. Has11 evaluasi kualitas pemahaman rdarga As rama putra IrNAI tentang konsep kematj,an Alkitablah yang memil-ikl pemahaman penerapan batlniah di atas 508 adalah 37 orang. Dengan demlkian, mahasiswa yang bertitik pusat pada penerapan batiniah bilamana berbicara tentang kematian Al-kitabiah masih lebih sedikit dari yang memilikj- penerapan lahiriah. Terdapat selisih 3 orang. Kematian kedua 1ni1ah yang patut lebih ditakuti. Inil-ah upah dosa Roma 6:23 atau api neraka di Wahyu 20. fni adafah kematian di Kejadian 2:1?, namun bagi barang slapa yang beriman kepada Tuhan tidak perlu takut. Anugerah hidup kekal sudah pasti menjadi m11iknya. Rangkuman kesefuruhan pernyataan Lahiriah dan batiniah adalah sebagai berikut: Keseluruhan pernyataan lahiriah adafah jumlah prosentase pernyataan 1-10 clibagi 1-0, yaitu 604E : 10 : 50E. Sedangkan keseluruhan pernyataan batinlah adalah jumlah prosentase pernyataan 1-10 dibagi 10, yaitu 396E : 10 : 40t. Berdasarkan realita ini, mahasiswa yang memiliki pemahaman penerapan lahiriah terhadap kematian Al-kitabiah adaLah l-ebih besar dibandi"ngkan dengan yang memiliki penerapan batiniah. perbandingannya adalah 60E berbanding 408. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat 36 mahasiswa yang memillki pemahaman penerapan lahiriah, sedang yang memiliki penerapan batiniah adalah 24 orang. Hasil kualitas pemahaman warga Asrama putra Universitas Advent fndonesia Bandung mengenai konsep kematian Alkitabj-ah berdasarkan ceritanya di dal-am klsah kaslh Tuhan Mahabesar Abadi adalah kurang meyakinkan. Hal 1tu terbukti, karena yang memiliki pemahaman penerapan lahiriah yang hanya akibat dosa, berjumlah 36 orang. Sedangkan yang memiliki. penerapan batiniah hanya 24 orang. Realita ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang kematian Alkitabiah perlu ditingkatkan. Kematian yang pertama hanyalah akibat dosa yaltu tidur. Situasl ini tidak perlu ditakuti bagi mereka yang beri-man pada Tuhan. Yang perlu dj-takuti atau api neraka Wahyu 20. yanq sudah dlkalahkan ol-eh adalah upah dosa Roma 5:33 Namun kematian kedua Yang Mahakasih Abadi. penting masing-masing percaya pada Tuhan (yohanes inilah Yang 3: 15- L] ).
Detail Information
| Item Type | |
|---|---|
| Penulis |
B.D. Nainggolan, M.P.S
- Personal Name
S. Hutagalung M.Min
- Personal Name
Yordan Aronggear
- Personal Name
H.S.P Silitonga, M.Th
- Personal Name
|
| Student ID | |
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI | |
| Edisi |
Publish
|
| Departement | |
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Fakultas Filsafat UNAI : Bandung., 2012 |
| Edisi |
Publish
|
| Subyek | |
| No Panggil |
146.7 ARO A
|
| Copyright | |
| Doi |