Record Details
Text
PERSEPSI ANGGOTA JEMAAT TENTANG HUBUNGAN MUDA-MUDI DI GEREJA MASEHI ADVENT HARI KETUJUH PARONGPONG BANDUNG
XMLABSTRAK PE]iTELITIAN S-.I Universitas Advent I ndonesia Fakultas Filsatat Jurusan Teologi Judul : PERSEPSI ANGGOTA JETAAT TEilTAilc HUBUNGAN HUDAMUU DI GEREJA TASEHI ADVENT HARI KETUJUH PAROT{GPONG BANDUNG Nama Peneliti: Richard Panggabean Nama dan gelar Pembimbing materi: P. Tambunan, M.Div, D.Min. Tanggal diselesaikan: 09 Maret 2009 Dalam skripsi ini penulis meneliti Hubungan muda-mudi melalui pacaran. Penulis memfokuskan penelitian pada Anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Parongpong dengan maksud agar mereka lebih memahami hubungan muda-mudi yang sesuai dengan kehendak Allah. Dari hasil survei melalui kepustakaan, penulis menerapkan kepada Anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Parongpong. Penelitian ini dilakukan melalui pembagian kuesioner kepada 56 responden. Setelah mengumpulkan data maka penulis mendapati bahwa ada sebanyak 87% responden atau 49 orang yang telah memahami dengan benar tentang hubungan muda-mudi yang tidak bertentangan dengan kehendak Allah seperti, berpacaran bukanlah unfu k wakfu beEenang-senang, berganti{anti pacar, wakfu unfuk melampiaskan nafsu birahi dengan melakukan hubungan seks waktu berpacaran. Pada wakfu yang sama 13o/o alau 7 orang yang vii belum memahami. Namun demikian berdasarkan jawaban responden terhadap pertanyaan kuesioner nomor 8, didapati bahwa mayoritas berpandangan negatif. Jadi walaupun mayoritas anggota jemaat telah memahami hubungan muda-mudi yang tidak bertentangan dengan kehendak Allah, tetapi pada dasamya anggota jemaat setuju pada waktu berpacaran boleh berciuman. Dengan demikian penulis menyimpulkan bahwa: 1. Berpacaran dengan yang seiman Jauh lebih baik. 2. Mengenal pacar dengan baik, serta latar belakang keluarganya, mendapat restu orang tua. 3. Tidak hanya berfokus pada penampilan luar atau pun kecantikan fisik seja melainkan berbkus pada kecantikan hati atau tabiat yang baik. 4. Hubungan mudafiudi atau berpacaran lebih baik dimulai dari persahabatan. 5. Tidak berciuman pada waktu pacaran. 6. Tidak melakukan huhrngan seks pada wakfu pacaran. 7. Berpacaran orang Kristen yang baik adalah menghormati Allah dan sesama manusia, dan tujuan pacaran orang Kristen adalah menikah.
Detail Information
| Item Type | |
|---|---|
| Penulis |
R. Hutabarat, Ph.D
- Personal Name
P. Tambunan, DMin.
- Personal Name
S. Tjakrapawira, DMin.
- Personal Name
Richard Panggabean
- Personal Name
J.H. Rantung. DPTh
- Personal Name
|
| Student ID | |
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI | |
| Edisi |
Publish
|
| Departement | |
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | : Bandung., 2009 |
| Edisi |
Publish
|
| Subyek | |
| No Panggil |
306.73 PAN P
|
| Copyright | |
| Doi |