Record Details
Text
PERANAN ANGGARAN BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT BANTU PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PD. BUDI LESTARI JAKARTA
XMLABSTRAK PERANAN ANGGARAN BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT BANTU PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI PADA PD. BUDI LESTARI JAKARTA Oleh: David Nugroho Parlindungan Tamba Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penyusunan anggaran biaya produksi yang dilaksanakan pada perusahaan PD. Budi Lestari Jakarta, untuk mengetahui pengendalian biaya produksi yang dilaksanakan pada perusahaan PD. Budi Lestari Jakana dan untuk mengetahui peranan anggaran biaya produksi sebagai alat bantu pengendalian biaya produksi pada perusahaan PD. Budi Lestari Jakarta Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah metode deskiptif yaitu penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan, menyajikan dan menganalisa data sehingga diperoleh informasi yang jelas dari suatu masalah, sedangkan teknik pengumpulan melalui pengamatan, wawancata, study dokumenter dan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perusahaan PD. Budi Lestari Jakarta menyusun anggaran biaya produksinya dengan melibatkan pimpinan paling atas sampai bawahan. Anggaran disusun oleh para pemakai anggaran yang harus melaksanakan anggaran. Pengendalian biaya produksi pada perusahaan ini dilakukan baik sebelum proses produksi terjadi maupun setelah proses produksi terjadi. Pengendalian biaya produksi pada perusahaan PD. Budi Lestari Jakarta dapat diketahui di mana anggaran biaya produksi untuk 1.625.000 botol jamu Jagotra pada tahun 2004 adalah sebesar Rp. 1.400.460.571, temyata realisasinya sebesar Rp. 1.371.116.272 dan ini menyebabkan penyimpangan yang bersifat menguntungkan (baik) sebesar Rp. 29 .344.299. Untuk biaya bahan baku langsung dianggarkan biaya sebesar Rp. 451.184.571 dan realisasinya sebesar Rp 444.914.300, hal ini menghasilkan selisih yang menguntungkan (baik) sebesar Rp. 6.270.271. Untuk biaya bahan baku kemasan dianggarakan biaya sebesar 349 826.000 dan ternyata realisasinya adalah sebesar Rp. 345.617.250 sehingga terjadi selisih yang menguntungkan (baik) sebesar Rp. 4 208.750 Sedangkan untuk biaya tenaga kerja langsung dianggarkan biaya sebesar Rp. 441.200.000 dan realisasinya sebesar Rp. 431.214.100. Biaya overhead pabrik dianggarkan sebesar Rp. 158.250.000 dan realisasinya sebesar Rp. 149.370.622, hal ini menyebabkan terjadinya penyimpangan yang baik sebesar Rp. 8.879.378. Dari hasil statistik diketahui besarnya rs = 0,779 yang berarti terdapat hubungan yang kuat dan positif antara anggaran biaya produksi dengan pengendalian biaya produksi.Berdasarkan uji signifikasi tr,it "r: 5,2711 dan tuu : 1,7341. Hal ini mengartikan hubungan kedua variable signifikan dan Ho ditolak. Besamya Kd : 60,68% yang berarti bahwa perubahan dalam penyusunan pengendalian biaya produksi dapat ditunjukkan oleh perubahan pada anggaran biaya produksi sebesar 60,68oh dan sisanya 39,32Yoditunjukkan oleh faktor lainnya.
Detail Information
| Item Type | |
|---|---|
| Penulis |
R. Hasibuan, S.E., M.M
- Personal Name
P. Manullang, SE., MM., Ak
- Personal Name
David Nugroho Parlindungan Tamba
- Personal Name
|
| Student ID | |
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI | |
| Edisi |
Publish
|
| Departement | |
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | : Bandung., 2005 |
| Edisi |
Publish
|
| Subyek | |
| No Panggil |
658.154 TAM P
|
| Copyright | |
| Doi |