Record Details


no_image

ANALISIS METODE PENGAKUMULASIAN BIAYA PRODUKSI DALAM MENENTUKAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA PT. AREVA DISTRIBUTION, JAKARTA

XML img-mendeley

Penelitian ini membahas tentang penerapan pengakumulasian biaya produksi, perhitungan harga pokok produlg serta analisis pengakumulasian biaya produksi dalam menentukan harga pokok produk. Untuk menganalisis bagaimana petrgakumulasian biaya produksi ini, maka penulis melakukan penelitian pada sebuah perusahaan yang memproduksi lemari listnlq yaitu pada PT. AREVA Dstribution. Penulis menggunakan metode deskriptif yaitu metode penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan d"ta tentang objek penelitia4 kemudian menganalisis data tersebut dengan literatrn yang relevarq membuat kesimpulan dan memberi saran yang diperlukan. Perusahaan menggunakan metode harga pokok proses. Yang menggunakan metode full cost method Perusatraan mengklasifikasikan biaya produksinya atas biaya bahan, biaya ternga ke{4 biaya overhead pabnk dan biaya lainJain. Berdasarkan penelitian, PT. AREVA Distnbution menggunakan metode harga pokok proses (process costing method), namun kurang akurat dalam menentukan estimasi harga penawaran (plan) yang sudah disetujui, ternyata terjadi kenaikan biaya produksi. Dalam menghitung harga pokok per unit, PT. AREVA Distribution membagikan jumlah biaya produksi produk tertentu (pada periode tertentu) dengan jumlah produk tertentu yatrg dihasilkan pada periode yang bersangkutan, yaitu bulan November 2005 hingga Apnl 2006 atas produk PfX 12 kV berjumlah 6 unit. Perusahaan telah membuat Budget/Plan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk PIX 12 kV sebanyak 6 unit tersebut dan telah disetujui oleh PT. Euroasiatic yaitu pelanggan dari proyek tersebut. Tapi di actualnya terjadi penlmpaugan biaya-biay4 yang disebabkan oleh kenaikan biaya bahan, kesalahan dari tenaga kerja dan juga dalam pelaksanaan overhead dan biaya lainJain. Biaya bahan baku pada plan sehsar Rp. 530.793.000 dan actual sebesar Rp. 561.263.167, jadi selisihnya sebesar Rp. 30.470.167 dengan persentase kenaikan atas biaya plan sebesar 33.08%, biaya tenaga kerja pada plan sebesar Rp. 41,292,000 dan actual sebesar Rp. 51.340.590, jadi selisihnya sebesar Rp. 10.048.590 dengan persentase kenaikan atas biaya plan sebesar l0.9lo/o, biaya overhead pada plan sebesar Rp. I , ( NA lll a 54.941.000 dan actual sebesar Rp. 106.959.060, jadi selisibnya sebesar Rp. 52.018.060 dengan persentase kenaikan atas biaya plaa sebesar 56.470/o, dan biaya lain-lain pada plan sebesar Rp. 34,781,000 dan acural sebesar F9. 14,365,710, jadi selisihnya sebesar Rp. 415290 dengan persentase penghematan biaya setresar l.l9lo. I{arga pokok produk pada penawaran tersebut yaitu sebesar Rp 661.807.000, datr harga pokok produk per unitnya sebesar Rp 110.301.167. Dan selisih harga pokok produksi dari plan dan yang actral yaitu sebesar Rp. 92.121.527 dan selisih harga pokok produk per unimya sebesar Rp 15.353.588 yang mempunyai persentase kenaftan biaya dari harga penawararlplan sebesar 13.92%.

Detail Information

Item Type
Penulis
J. Sinaga, BSAc., M.B.A - Personal Name
P. Manullang, MM, SE, Ak - Personal Name
Student ID
Dosen Pembimbing
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
Edisi
Publish
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit : Bandung.,
Edisi
Publish
Subyek
No Panggil
338.51 SIM A
Copyright
Doi

Lampiran Berkas