Record Details


no_image

Text

ANALISIS TEOLOGIS ALKITABIAH PENDEKATAN PENGINJILAN MELALUI BUDAYA DI TENGAH-TENGAH SUKU DAMAL DI TIMIKA KABUPATEN MIMIKA PAPUA

XML img-mendeley

ABSTRAKSI PENDEKATAN PENGINJILAN MELALUI BUDAYA DI TENGAHTENGAH SUKU DAMAL DI TIMII(A KABUPATEN MIMIKA PAPUA Oleh: Fredrick Magai NIM: 't0't1025 Penelitian ini dibuat berdasarkan pendapat-pendapat para pakar tentang penginjilan melalui budaya kekeluargaan di tengah{engah suku Damal dalam menyelesaikan konflik. Pandangan itu di dasarkan atas delinisi kekeluargaan, peranan keluarga, hubungan antar marga, kebudayaan, definisi konteks budaya dan konteks budaya suku Damal. Responden, yaitu masyarakat suku Damal di Tlmika Kabupaten Mimika Papua, yang telah menjadi obyek penelitian dalam skripsi ini berjumlah 50 orang. Hasil penelitian berdasarkan konsep mereka tentang pentingnya penginjilan melalui budaya kekeluargaan dalam menyelesaikan konflik adalah sebagai berikut: 1. Dari 50 responden masyarakat suku Damal di Timika papua, didapati bahwa yang memiliki jawaban setuju diatas persenta se rala+ala 7 4o/o adalah pemyataan 1 , 2,3 dan 4. Dengan demikian, keempat pernyataan itu masing-masing memiliki persentase sebagai berikut: (1) pemyataan 1 = 98%, (2) pemyataan 2 = 960/o, (3) pemyataan 3 = 98% dan (4) pernyataan 4 = 92o/o. Bila dihitung, dari empat pernyataan tersebut memiliki rata-rata persentase yaitu: (9870+96%+98 o/o+ 92%): (4 pemyataan) = 96%. Berdasarkan realita, dari keempat pernyataan yang memiliki persentase rata-rata di atas 74o/oyailu yang setuju memiliki rata-rata 96%. 2. Dari 50 responden masyarakat suku Damal di Timika Papua, didapati bahwa yang memiliki jawaban ragu-ragu di atas persentase rata-rata lTohadalah pernyataan 5, 6, 7, 8, 9 dan 10. Dengan demikian, keenam pemyataan itu masing-masing memiliki persentase sebagai berikut (1) pemyataan 5=28Yo, (2) pemyataan 6 = 38%, (3) pemyataan 7 = 24o/o dan (4) pemyataan 8 = 38%, (5) pernyataan 9 = 18o/o dan (6) pernyataan 10 = 18o/o. Bila dihitung, dari enam pemyataan tersebut memiliki rata-rata persentase yaitu: (28Yo+38o/o+24o/o+34Yo+ 1 8o/o+ 1 8%): (6 penyataan) = 27 yo. Berdasarkan realita, dari keenam pernyataan yang memiliki persentase Gta+ata di atas 17o/o yaitu yang ragu-ragu memiliki ratarala 27o/o. 3. Dari 50 responden masyarakat suku Damal di Timika Papua, didapati bahwa yang memiliki jawaban tidak setuju di atas persentase rata-rata 9o/o adalah pernyataan 5, 6, 7, 8, I dan '10. Dengan demikian, kelima pemyataan itu masing-masing memiliki persentase sebagai berikut: (1) pemyataan 5 = 1ooh, (2) pemyataan 6 = 1O%o, (3) pernyataan 7 = 14o/o, (4) pernyataan 9 = 36% dan (6) pernyataan 10 = 16%.. Bila dihitung, dari lima pernyataan tersebut memiliki rata-rata persentase yaitu : ( 1 0olo+ 1 0 o/o+ 1 40/o+360/o+1 6%) : (pemyata an) = 17 o1o. Berdasarkan realita, dari kelima pernyataan yang memiliki persentase rata-rata di atas 9% yaitu yang tidak setuju memiliki rala-rata 17o/o. 4. Berdasarkan realita ini, maka ada 74o/o maslarukat suku Damal di Timika Papua yang memiliki pandangan yang sangat baik mengenai penginjilan melalui pendekatan budaya kekeluargaan dalam menangani masalah konflik. Sedangkan 17o/o lagi belum memhami dengan balk bahkan ada9o/o yang tidak memiliki pandangan yang baik mengenai penginjilan melalui pendekatan budaya kekeluargaan dalam menangani masalah konflik. Dengan demikian, maka didapati bahwa lebih banyak masyarakat suku Damal di Timika Papua yang memiliki pandangan sangat baik mengenai penginjilan melalui pendekatan budaya kekeluargaan dalam menangani masalah konflik.

Detail Information

Item Type
Penulis
Alvyn Hendriks, M.Min - Personal Name
P. Tambunan, M.Div., D.Min - Personal Name
S. Hutagalung M. Min. - Personal Name
Fredrick Magai - Personal Name
Student ID
Dosen Pembimbing
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
Edisi
Publish
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Fakultas Filsafat UNAI : Bandung.,
Edisi
Publish
Subyek
No Panggil
269.2 MAG A
Copyright
Doi

Lampiran Berkas