Record Details
Text
MENGATASI MASALAH ANGGOTA JEMAAT SETIA YANG BERASAL DARI KELUARGA SUKU TOBA DI GEREJA MASEHI ADVENT HARI KETUJUH KENFERENS DKI JAKARTA
XMLASSTRACT By: Poltak S ihombing NIM: ABSTRAK KATA KUNCI: Rrmah Tangga, suami-istri, sosia.I budaya, orang ketiga, cerai, Eirman Tuhan, Keluarga. Setiap suku-bangsa memiliki tata cara dan adat istiadat yang dipegang teguh dalam pelbagai aspek kehidupan mulai dari masa kandungan, masa anak-anak, masa remaja, pernikahan dan sampai kepada kematian. Tradisi ini menjadi pedoman hidup bermasyarakat dan menjadi tata aturan dalam pelbagai aspek hubungan antar individu serta interaksinya dengan komunitas lokal-. Tradisi yang menjadi patokan kehidupan sehari-hari itu kadang-kadang berbenturan dengan nj-Iai-ni1ai baru sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi. Kadangkadang perj umpaan 1nr memperkaya bobot tradisi tetapi kadang-kadang juga membuat komunitas lokaI itu retak dan mengalami guncangan yang menimbulkan konflik dal-am hubunqan ke luarga . Unsur budaya yang melekat dengan padu di dalam masyarakat tradisionil sulit diubah walaupun harus diakui bahwa perkembangan dan kemajuan z arnan yang membawa nilai-nilai baru, bahkan juga norma-norma baru, besar kecil mempengaruhi kalangan muda yang telah bersentuhan dengannya. MuncuJ.nya kebiasaan baru dan nilai baru seiring dengan perkembangan masyarakat Ioka1, membuat masalah dapat dipandang dari perspektif yang agak berbeda. Perubahan yang mendasar muncul dari nilai-nilai baru dan norma-norma yang baru seiring dengan masuknya faham baru berwujud agama dengan konsep pemikiran, gagasan dan pedoman arah kehidupan yang kadang-kadang bertol-ak belakang dengan budaya 1oka1. Pemecahan masalah pun berbeda. Bukan lagi tua-tua adat atau orang arif dalam suku yang dirujuk, melainkan penatua atau gembaJ.a jemaat yang bertindak sebagai konselor. Banyak ha1 baru, ni-lai baru, norma yang mengandung perintah dan ajaran yang harus dllakukan, yang sangat berbeda dengan konsep tradisi. Konfl-ik antara tradisi dengTan nilai-ni1ai agama sering membuat hubungan antara indivldu dalam rumah tangga menjadi kaku, saling menjaga jarak dan dalam kasus tertentu menempuh jalan perpisahan sementara atau yang lebih pahit, perceraian. Konsel-or sebagai pendengar, ia menyimak apa yang sedang terjadi, dan sebaqai penasihat, mengarahkan pikiran kedua belah pihak ke arah pencerahan dan sikap saling memahami,
Detail Information
| Item Type | |
|---|---|
| Penulis |
P. Tambunan, D.Min
- Personal Name
W. Nadeak, D.Min
- Personal Name
J.H. Rantung, D.P.Th
- Personal Name
Poltak Sihombing
- Personal Name
|
| Student ID | |
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI | |
| Edisi |
Publish
|
| Departement | |
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Magister Filsafat UNAI : Bandung., 2006 |
| Edisi |
Publish
|
| Subyek | |
| No Panggil |
261 SIH M
|
| Copyright | |
| Doi |