Record Details
Text
ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. S DENGAN PENIMBUNAN CAIRAN DALAM RONGGA PLEURA DI RUANG PERAWATAN LANTAI III RUMAH SAKIT ADVENT BANDAR LAMPUNG
XMLABSTRAK Sistem pernafasan bertugas mengambil oksigen dari udara' Perbapasan adalah proses pertukaran 02 dan COZ antara udara dengan tubuh. Pada manusia pertukaran oksigen dengan karbodioksida terjadi di alveoli. Tegangan permukaan alveoli sellau dipertahankan oleh surfaktan yaitu campuran lipid dan protein Dalam melaksanakan fungsinya sistem pernapasan bekerja sama dengan sistem sirkulasi Karbondioksida dihasilkan oleh sel pada saat melakukan pembakaran 'makanan' untuk menjadi energi. Bumi tempat hidup diselubungi oleh suatu lapisan yang terdiri dari senyawa gas, antara lain nitrogen ( N, ) 79%, oksigen (O2) 21% dan hampir tanpa karbondioksida. Dari senyawa gas tersebut oksigen sangat penting bagi mahluk hidup. Sistem pernapasan terdiri dari hidung' faring, laring, trakhea, bronkhus, alveoli, diafragma, pleura dan paru-paru' Pleura adalah selaput yang menutupi permukaan paru-paru yang terbagi menjadi dua bagian yaitu viseralis dan perietalis. Normal cairan dalam rongga antara viseralis dan perietalis adalah 1O - 20 cc' Mseralis adalah selaput yang berhubungan langsung dengan paru-paru sedang peritealis adalah selaput yang menghubungkan paru dengan rongga torak' Pleura efusi adalah adanya cairan yang berlebihan dalam rongga pteura, antara lapisan veriseralis dan perietalis. Prosedur yang lazim dilakukan pada klien yang mengalami pleura efusi adalah thoracosentisis yang bertujuan untuk mengambil cairan dari rongga pleura untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium dan mengurangi cairan pleura' Masalah yang terjadi akibat pleura efusi adalah : sesak nafas, neyeri dada setempat, keletihan, peningkatan suhu tubuh yang ditandai dengan : ekspansi dada tidak simetris, pernapasan cepat dan dangkal Kesimpulan yang penulis dapatkan adalah bahwa klien dengan gangguan pemenuhan oksigen akibat ekspansi paru yang terbatas akan mengganggu sirkulasi oksigen keseluruh jaringan tubuh, yang dapat mengakibatkan gangguan aktifitas. Saran-saran untuk melaksanakan perawatan pada pasien yang menderita pelura efusi selama proses perawatan adalah : perlu melibatkan anggota keluarga, baik selama di rumah sakit maupun setelah pulang ke rumah. Kerjasama antar tim kesehatan sangat diperlukan dalam proses perawatan. Meningkatkan dan mengembangkan ketrampilan yang sudah dimiliki setiap anggota tim kesehatan merupakan hal yang harus dilakukan secara dinamis dan kontinyu.
Detail Information
| Item Type | |
|---|---|
| Penulis |
Rijon Simbolon
- Personal Name
|
| Student ID | |
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI | |
| Edisi |
Publish
|
| Departement | |
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Fakultas Ilmu Keperawatan UNAI : Bandung., 2009 |
| Edisi |
Publish
|
| Subyek | |
| No Panggil |
616.25 SIM A
|
| Copyright | |
| Doi |