Record Details


no_image

Text

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN NY C. DENGAN POST APPENDEKTOMI DENGAN INDIKASI APPENDISITIS DI RUANG PERAWATAN LANTAI IV RUMAH SAKIT ADVENT BANDUNG

XML img-mendeley

ABSRAKSI ASIJ'HAN KEPERAWATAN PADA KLIEN NY C DENGAN POST APPENDEKTOMI DENGAN INDIKASI APPENDISITIS DI RUANG PERAWATAN LANTAI IV RUMAH SAKIT ADVENT BANDUNG Oleh: Orma Silamba 0071066 Appendisitis adalah salah satu penyakit yang harus segera ditangani karena perforasi dapat terjadi daram waktu 24-36 jam sesudah tandi dan geja-ia terjadi yang dapat mengakibatkan terjadinya peritonitis dan komplikasi lainnya. Dan apabila komplikasi terjadi maka dapat meningkatkan mortalitas dan morbiditas.Tujuan umum dari penulisan ini adalah untuk mengetahui lebih jauh tentang asuhan keperawatan pada klien dengan post appendectomy dengan indikasi appendicitis untuk meningkatkan mutu pelayinan atas pember;n asuhan keperawatan berdasarkan prioritas yang dibuat dalam rencana perawatan. Metode penulisan adalah metode deskriptif berupa studi kasus dan pengumpulan data dila&ukan dengan cara wawancara, observasi, pemeriksaan firit, ,tuai dokumentasi dan studi kepustakaan _ Appendisitis adalah peradangan pada vermiformis appendiks yang terjadi karena obstruksi pada lumen appendiks yang disebabkan oieh fekarit, binda asing, calculus, tumor dan bakteri. Tanda dan gejala yang khas pada appendicitis adalahnyeri lepas pada titik McBurney dan rousing's sign yang akan diikuti anoreksi4 mual, muntah dan peningkatan suhu tubuh. pemeriksaan yang dilakukan dalam menegakkan diagnosa adalah laboratorim dan X-Ray. Sedangkan untuk tindakan pembedahannya adalah dengan appendektomi yaitu dengan membuat insisi pada titik McBurney untuk mengangkat appendiks. Asuhan keperawatan dilakukan dengan cara yang sistematis dan komprehensif melalui pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatarL perencanaan, implementasi dan-evaiuasi y"ng'o,"irundurg manusia secara bio-psiko-sosial dan spiritual. pada klien dengan post appendektomi masalah keperawatan yang ditemukan antara lain adalah; nyeri sehubungan dengan insisi, resiko tinggi komplikasi ileus paralitik sehubungan dengan post anastesi, gangguan integritas kulit sehubungin dengan insisi, gangguan pemenuhan kebutuhan fisik sehubungan dengan nyeri. penanganan masalah dilakukan sesuai dengan rencana dan penilaian hasil sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Walaupun dalam pengkajian dan pelaksanaan ditemukan beberapa kesenjangan yang perlu diperhatikan namun kerjasama antara penulis, perawat ruangan dan klien sangat mendukung proses keperawatan. Dalam kasus ini penulis dapat memberikan kesimpulan bahwa peningkatan wBC_ count tidak selalu terjadi. Tanda dan gejala nyeri tidak selalu diikuti dengan anoreksi4 mual, muntah dan peningkatan suhu tubuh. Dalam menegakkan diagnosa pemeriksan dengan X-Ray tidak selalu dilakukan, medikasi dengan zantac untuk mengurangi produksi asam lambung karena puasa dan ambulasi pada hari penama sesudah operasi susah diterapkan oleh ktien karena adanya nyeri. Saran yang dapat penulis berikan adalah perlunya peningkatan mutu dalam melakukan pemeriksaan fisik dan asuhan keperawitan yang tepat dengan melakukan_ pelatihan dan pendidikan terutama memberikan tesempata'n yag luas kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman yang nyata dalam melakukan asuhan keperawatan.

Detail Information

Item Type
Penulis
Drs. J. Tambunan, MSN - Personal Name
Orma Silamba - Personal Name
Student ID
Dosen Pembimbing
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
Edisi
Publish
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Fakultas Ilmu Keperawatan UNAI : Bandung.,
Edisi
Publish
Subyek
No Panggil
617.554 5 SIL A
Copyright
Doi

Lampiran Berkas