Record Details


no_image

Text

GANGGUAN POLA TIDUR YANG DIALAMI KLIEN DI RUANG RAWAT INAP BEDAH DI RUMAH SAKIT X BANDUNG

XML img-mendeley

ABSTRAKSI GANGGUAN POLA TIDUR YANG DIALAMI KLIEN DI RUANG RAWAT INAP BEDAH DI RUMAH SAKIT X BANDUNG OLEH: ARDI PETERSON SERAN NIM:0351085 Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh gangguan pola tidur dan fasilitas kesehatan di Rumah Sakit dapat mempengaruhi proses pemulihan. Berdasarkan hasil obsevasi penulis selama melakukan asuhan keperawatan beberapa klien rawat inap mengalami gangguan pola tidur. Berdasarkan fenomena yang ditemukan di lapangan dan mengingat pentingrya istirahat dan tidur yang adekuat bagi kesembuhan klien. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran tentang gangguan pola tidur yang dialami klien di ruang rawat inap bedah Rumah Sakir X Bandung, Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan populasi 40 orang dengan subjek penelitian adalah klien yang dirawat di ruang rawat inap bedah di Rumah Sakit X Bandung sebanyak 30 orang yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada langgal 1923 April 2005. Instrumen yang digrurakan adalah angket atau kuesioner menurut skala Likert yang be{umlah 24 butir pemyataan yang diambil dari Fundamental ofNursing oleh Potter (1997) dan Kozier (1995). Untuk menganalisa data yakni menghitung nilai dan standar deviasi digunakan perangkat lunak SPSS 10.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden sangat setuju mengalami gangguan pola tidur. Butir-butir yang paling mengganggu pola tidur klien dari masingmasing aspek adalah lingkungan, usia, kelelahaq gaya hidup, stres, alkohol, diet, merokok, sakit, medikasi adalah perubahan lingkrmgan mengganggu pola tidur, klien tidur sampai 6-8 jam sehari sesuai dengan kebutuhan tidur orang dewasa" kelelahan mempengaruhi istirahat klien, sudah gaya hidup klien tidur tidak tepat waktu, saat ini penyakit menjadi pikiran klien tidak dapat tidur, klien sering mengkonsumsi alkohol, karena sedang lapar klien susah untuk tidur, kalau susah tidw klien suka merokok, klien suka melakukan tugas kantor pada malam hari, klien tidak dapat tidur karena memikirkan penyakitnya, pola tidur klien terganggu karena harus minum obat pada jam-jam tertentu pada malam han. Butir-butir yang kurang mengganggu mempengaruhi pola tidur klien dari masing-masing aspek adalah lingkungan, usia, suara bising, karena usia yang sudah tua, bilaman melakukan kegiatan sehari penuh klien dapat beristirahat dengan baik, klien biasa tidur pada malam hari, setelah tidur pola tidur klien terganggu, klien harus dibantu dengan obat-obatan untuk beristirahat, stres mengganggu pola tidur klien, klien pemah menggunakan alkohol, karena makan yang banyak klien tidak dapat tidur, klien seorang perokok, klien suka melakukan kegiatan pada malam hari yang memotivasinya agar tidak tidur. Saran-saran untuk klien diharapkan agar dapat beke{asama dengan perawat untuk menjaga ketenangan, kebersihan di ruang rawat inap. Untuk bidang perawatan agar Iebih meningkatkan ketenangan dan kerapian lingkungan. Untuk bidang penelitian agar dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan antara gangguan tidur sebelum dan sesudah dioperasi dan dan dirawat di ruang rawat inap bedah di Rumah Sakit.

Detail Information

Item Type
Penulis
R. Panjaitan, MANA - Personal Name
J. Rantung, Ph.D - Personal Name
E. Mangi, MSN - Personal Name
L. Hutapea, MSc, PHN - Personal Name
Ardi Peterson Seran - Personal Name
Student ID
Dosen Pembimbing
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
Edisi
Publish
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Fakultas Ilmu Keperawatan UNAI : Bandung.,
Edisi
Publish
Subyek
No Panggil
616.849 8 SER G
Copyright
Doi

Lampiran Berkas