Record Details


no_image

Text

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. S DENGAN GANGGUAN SISTEM PERKEMIHAN: BENIGN PROSTAT HYPERTROFI (BPH) DI RUANG PERAWATAN BEDAH LANTAI III DI RUMAH SAKIT

XML img-mendeley

ABSTRAKSI ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. S DENGAN GANGGUAN SISTEM PERKEMIHAN: BENIGN PROSTAT HYPERTROFI (BPH) DI RUANG PERAWATAN BEDAH LANTAI III DI RUMAH SAKIT "A" BANDUNG Oleh: Berliana Si MM:0571052 a Penulisan karya tulis ini dilatarbelakangi oleh karena Benign prostat Hipertrofi (BPH) merupakan gangguan pada saluran kemih banyal te{adi di Indonesia. cenderung terjadi khususnya pada pria usia 50 tahun ke atas atau usia menuju ke proses penuaan. Itulah sebabnya salah satu tindakan operatifyang paling baik dilakukan pada kasus BpH adalah melakukan tindakan trans urethral/resection prostatectomy. Tujuan umum dalam penulisan karya tulis ini adalah untuk memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif. Khususnya dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien BPH. Dengan metode yang digunakan adalah: observasi, wawancara, dokumentasi, studi kepustakaan, partisipasi aktif dan media elektronik seperti intemet. - Diagnosa keperawatan yang penulis temukan secara teori meliputi tanda dan gejala seperti nyeri buang air kecil, rerensi urine, gangguan pola tidur, kurangaya pengetahuan, hematuria, resistensi dan nokturia. Sedangkan pada a"ktual tanda dan gejala yang dialami oleh klien yaitu nyeri buang a-ir keiil, retensi urine, gangguan pola tidur dan kurangnya pengetahuan. Untuk itu diberikan pendidikan kesehatan pada klien prostatectomy seperti mengajarkan dalam latihan berkemih, melakukan aktivitas yang tidak boleh ditakukan dan menghindari makaran yang tidak dianjurkan. Kesimpulannya adalah BpH bisa saja terjadi pada pria dengan usia di bahwa 50 tahun, dengan tidak adanya tanda dan gejala hematuria, resistensi dan nokturia. Pada pengkajian lisik tidak dilakukan pemeriksaan ginjal dan ureter secara teknik palpasi. Dikarenakan sudah ada pemeriksaan uretro cysrografi dan ultrasonografi yang menunjukkan bahwa klien tampak benigna prostat hipertrofi. . Saran yang diberikan penulis untuk perawat dalam memberikan perawatan dengan klien BPH adalah seoftrng perawat harus membekali diri denganilmu keperawatan yang lebih profesional. Dilakukan kerja sama yang baik dalam melakukan asuhan keperawatan. Dan pada peneliti selanjutnya agar memberi penjelasan tentang penyakit yang diderita melalui tindakan medii, terutama bila dilakukan prostatectomy.

Detail Information

Item Type
Penulis
J. Tampubolon, SKp - Personal Name
Berliana Sihotang - Personal Name
Jeanny Rantung, SKp - Personal Name
R. Purba, SKp - Personal Name
Student ID
Dosen Pembimbing
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
Edisi
Publish
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Fakultas Ilmu Keperawatan UNAI : Bandung.,
Edisi
Publish
Subyek
No Panggil
616.722 3 SIH A
Copyright
Doi

Lampiran Berkas