Record Details
Text
EVALUASI DIRI PERAWAT BANGSAL TERHADAP PELAKSANAAN BANTUAN HIDUP LANJUT DI RUMAH SAKIT SWASTA BANDUNG
XMLABSTRAKSI EVALUASI DIRI PERAWAT BANGSAL TERHADAP PELAKSANAAN BANTUAN HIDUP LANJUT DI RUMAH SAKIT SWASTA BANDIING Oleh: Helnita Sitepu NIM:9316437 Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh karena selama penulis bekerja di Rumah Sakit Swasta Bandung masih banyak perawat yang kurang tanggap dan kurang cekatan dalam melaksanakan tindakan bantuan hidup lanjut. Tindakan BHL secepatnya oleh tenaga medis dan para medis yang terlatih sangat diperlukan agar dapat menyelamatkan pasien henti nafas dan henti jannrng sehingga menurunkan angka kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sampai sejauh mana evalusi diri perawat bangsal Rumah Sakit Swasta Bandung dalam melaksanakan tindakan bantuan hidup lanjut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Swasta Bandung Jalan Cihampelas no. I 6 I pada tang gal 22-23 April 2005. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat penanggung jawab shift (Incharge Nurse) dengan jumlah 57 orang, dengan sampel 30 orang yang diambil dengan cara random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang terdiri dari 32 pertanyaan yang dikembangkan sesuai buku Advanced Cardiac Life Support yang ditulis oleh Mistovich dkk tahun 2002 dan Baraas dkk tahun 2003. Sedangkan untuk pengelolaan data hasil kuesioner menggunakan nxnus mean dan standar deviasi, kemudian diinterpretasikan dengan menggunakan skala Likert. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa perawat bangsal sering melaksanakan tindakan bantuan hidup lanjut. Aspek yang sering dilaksanakan dari tindakan BHL adalah Aspek Primer dan aspek yang jarang dilaksanakan adalah Aspek sekunder. Butir yang paling sering dilaksanakan dari Aspek Primer adalah melakukan kompresi pada tulang sternum dengan mengukur 2-3 jari keatas. Sedangkan butir yang paling jarang dilaksanakan adalah membuka mulut dengan cara cross finger. Butir yang paling sering dllaksanakan dari Aspek Sekunder adalah memberikan ventilasi dengan menggunakan bagging. Sedangkan butir yang paling jarang dilaksanakan adalah melakukan kardioversi dimulai 50 joule untuk SVT dan 100 joule untuk VT. Peneliti memberi kesimpulan dan saran-saran.Penelitian ini ditujukan bagi Pimpinan Bidang Perawataa sebagai masukan untuk membuat strategi bersama dengan Diklat Perawatan untuk memotivasi perawat bangsal agar meningkatkan pelaksanaan Tindakan BHL yang telah dilakukan. Untuk Diklat perawatan Rumah Sakit Swasta Bandung sebagai masukan untuk membuat strategi dalam memotivasi perawat bangsal agar meningka&an pelaksanaan BHL yang telah dilakukan selama ini melalui simulasi dan pelatihan-pelatihan dengan diadakannya Inservice education secara rutin. Untuk bidang penelitian diharapkan agar hasil penelitian ini sebagai masukan dan dapat digunakan bagi peneliti berikutnya untuk meneliti lebih lanjut dengan populasi yang berbeda dengan sampel yang lebih besar.
Detail Information
| Item Type | |
|---|---|
| Penulis |
Drs. J. Tambunan, MSN
- Personal Name
J. Rantung, Ph.D
- Personal Name
I. Heriyana, MA, MHSc
- Personal Name
L. Hutapea, MSc, PHN
- Personal Name
Helnita Sitepu
- Personal Name
|
| Student ID | |
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI | |
| Edisi |
Publish
|
| Departement | |
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Fakultas Ilmu Keperawatan UNAI : Bandung., 2005 |
| Edisi |
Publish
|
| Subyek | |
| No Panggil |
613.192 SIT E
|
| Copyright | |
| Doi |