Record Details
Text
EVALUASI DIRI PARA MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN TINGKAT IV UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA TERHADAP PENANGANAN HIPERBILIRUBINEMIA PADA BAYI BARU LAHIR
XMLABSTRAKSI EVALUASI DIRI PARA MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN TINGKAT IV UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA DALAM PENANGANAN HIPERBILIRUBINEMIA PADA BAYI BARU LAHIR Oleh: Debora Pandiangan NIRM:0051046 Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi berdasarkan wawancara yang penulis lakukan terhadap 7 mahasiswa Fakultas Keperawatan tingkat IV Universitas Advent Bandunng bahwa ada 3 orang mahasiswa keperawatan yang belum dapat melakukan penanganan hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir dengan baik. Tujuan penelitian ini arlqlah ualuk mengetahui penanganan hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir oleh mahasiswa perawat tingkat IV. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pop"lasl dalam penelitian ini adalah para malasiswa Fakulttas Keperawatan tingkat IV Universitas Advent Indonesia di Bandung yang berjumlah 64 orang. Sample dalam penelitian ini berjumlah 30 orang yang dipilih secara purposif sampling. Penelitian ini dilalcukan di Universitas Advent Indonesia di Bandung pada tanggal 25 April 2005. Instrumen dalam penelitian ini adalah angket (kuesioner) yang berjurnlah l7 pertanyaan yang telah diuji validitasnya dan reliabilitasnya- Data diambil dan diinterpretaskan menurut skala Likert. Pengolahan data terhadap kuesioner tersebut memberikan hasil eval,'asi diri para matrasiswa Fakulltas Keperawatan tingkat IV Universitas Advent Indonesia di Bandung. Kesirnpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa para mahasiswa sering melakukan penanganan hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir. Aspek yang paling dominan atau yang sering dilakukan adalah penanganan dengan mengubah bilirubin menjadi bentuk yang tidak toksik sedangkan aspek yang kurang dominan namun sering dilaksanakan adalah mempercepat metabolisme dan pengeluaran bilirubin. Butir yang paling dominan dilaksanakan dari aspek mengubah bilirubin menjadi bentuk yang tidak toksik adalah 'Saya memastikan pelindung mata bayi berada pada posisi yang benar", dari aspek memper@pat metabolisme dan pengeluaran bilirubin adalah "Saya menguku panjang tub€ nasogastrik dari punggung hidung sampai xhipstemum bayi". Sedangkan butir yang kurang dominan namun sering dilaksanakan adalah "Saya melakukan pemeriksaan bilirubin total setiap 12-24 jam padabyi dengan fototerapi", dan "Saya menguji cairan aspirat pada kertas lakmus" yakni yang jarang dilakuakan. Saran yang dapat penulis berikan kepada Institusi Fakuhas Keperawatan Universitas Advent Indonesia, adalah hal ini dapat menjadi informasi bagi para mahasiswa keperawatan tentang cara penanganan bayi baru lahir dengan hiperbilirubinemia dengan cara praktek klinis di bangsal Obstetrik dan Pediatrik. Sementara bagi bidang lembaga penelitian diharapkan agar dapat dijadikan sebagai bahan dasar untuk penelitian selanjutnya misalnya pengetahuan ibu tentang jaundis pada bayi baru lahir.
Detail Information
| Item Type | |
|---|---|
| Penulis |
R. Panjaitan, MANA
- Personal Name
E. Mangi, MSN
- Personal Name
I. Heriyana, MA, MHSc
- Personal Name
L. Hutapea, MSc, PHN
- Personal Name
Debora Pandiangan
- Personal Name
|
| Student ID | |
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI | |
| Edisi |
Publish
|
| Departement | |
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Fakultas Ilmu Keperawatan UNAI : Bandung., 2005 |
| Edisi |
Publish
|
| Subyek | |
| No Panggil |
616.362 PAN E
|
| Copyright | |
| Doi |