Record Details
Text
EVALUASI DIRI PERAWAT DALAM MEMBERIKAN PENYULUHAN PRAOPERATIF PADA PASIEN YANG AKAN MENJALANI OPERASI DI RUMAH SAKIT X BANDUNG
XMLABSTRAKSI EVALUASI DIRI PERAWAT DAIAM MEMBERIKAN PENYULUHAN PRAOPERATIF PADA PASIEN YANG AKAN MENJALANI OPERASI DI SAK]T X BANDLING Oleh: Jacoualine Makanoneng NIM:9416616 Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemberian penyuluhan praoperatifpada setiap pasien yang akan menjalani operasi sehingga pasien merasa ieilis dan masa rawat pasien lebih lama dari yang direncanakan tiokter. Dari hasil obsewasi yang penulis lakukan di bangsal bedah salah satu Rumah Sakit X Bandung, penulis mindapati bahwa dari 12 pasien yang akan menjalani operasi_ ada sembilan.orang (ZSZ"1 yang tidat mendapat penyuluhan prtaoperatil hal ini mengakibatkan peningkatan biaya pengobatan. - - Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapat gambaran tentang pemberian- -. penyuluhan prabperatif oleh perawat terhadap pasien yang akan menjalani operasi di lfumah Satii X Sandung. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Dalam penelitian ini yang n'enjadi populasi adalah perawat di Rumah Sakit X Bandung yang. Lerjumlah 90 -orang yang diambil dengan cara proportional sampling, sampel sebanyak 30 orang. Instrumen-yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang terdiri dari 19 pemyataan, dan menggunakan skala Likert untuk mengevaluasi pemberian penyuluhan praoperatifpada pasien yang akan menjalani operasi. Instrumen 'atiformulasikan b-erdasarlan teori yang dibuat oleh Hegner dan Caldwell. Untuk menjawab pertanyaan pada identifikasi masalah, maka data dianalisa secara deskriptit dimina nilai rata-rata dan standar deviasi ditentukan. Kesimpulan umum yang dapat ditarik adalah bahwa stafperawat di Rumah Sakit X Bandung sering memberikan penyuluhan praoperatif pada setilp pasien yang akan. . menjalamioperasi. Aspek penyuluhan praoperatifyang sering diberikan.perawat adalah espek Kontrtl dan Medikasi Nyeri, sedangkan aspek yang jarang- diberikan adalah Aspek Perubahan Posisi dan Gerakan Tubuh Aktif. Butir-penyuluhan praoperatifyang paling sering diberikan perawat dari masing-masing aspel secara bernrrut-turut adalah i'Meninggikan kepala tempat tidur dan membantu pasien ke posisi semi F9yle1ylne. nyamaJf "Membantu paslen berdiri dan berjalan dengan jarak yang pendek", *Memberi informasi adanya medikasi nyeri pascaoperasi". Sedangkan butir-butir penyrluhan praoperatif yang palingjarang diberikan perawat dari masin-g-masing-aspek, s.ecara. . . L".tirut-t rirt aditah"MLmasang pengikat atau meletakkan bantal melintang diatas insisi sebaqai penahan", Meminta pasien untuk memutar masing-masing lutut dengan gerakan berpitaiseperti melukis lingkaran", dan"Meminta pasien untuk menjalin kedua tangannya dengan erat dan meletakkan jalinan diatas insisi". " Sa.a"-saran yang penulis ingin sampaikan sehubungan dengan penelitian ini untuk pimpinan biding perawatan adalah mendorong para perawat mempertahankan pemberian penwluhan iraoperatifi, serta meningkatkan pemberian penyuluhan braoperatif yang masih jarariLg diberikan' Untuk bagian DIKLAT, diminta agar ha.sil pen"iitian iii aijaaiUn banan untuk dibagikan- di insewice educatior. Untuk peneliti irerikutnya, dihirapkan metode Penelitian ini dapat dikembangkan dengan cara . membandingkan lama rawat paiien yang mendapatkan penyuluhan praoperatif dan yang tidak mendapat penyuluhan praoperatif.
Detail Information
| Item Type | |
|---|---|
| Penulis |
Drs. J. Tambunan, MSN
- Personal Name
J. Rantung, Ph.D
- Personal Name
E. Mangi, MSN
- Personal Name
L. Hutapea, MSc, PHN
- Personal Name
Jacqualine Makanoneng
- Personal Name
|
| Student ID | |
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI | |
| Edisi |
Publish
|
| Departement | |
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Fakultas Ilmu Keperawatan UNAI : Bandung., 2005 |
| Edisi |
Publish
|
| Subyek | |
| No Panggil |
617 MAK E
|
| Copyright | |
| Doi |