Record Details


no_image

Text

MOTIVASI PASIEN TB PARU DALAM MELAKSANAKAN PENGOBATAN LANJUTAN DI RSP. Dr. H.A. ROTINSULU BANDUNG

XML img-mendeley

ABSTRAKSI MOTIVASI PASIEN TB PARU DALAM MELAKSANAKAN PENGOBATAN LANJUTAN DI RSP- DT, H.A. ROTINSULU BANDTING Oleh: Tonce Limbo[g NIM: 9316184 : Penulisan skripsi ini ditatar belakang oleh meningkatnya jumlah penderita TBC dari tahun ke tahun; Pengobatan TBC memerlukan waltu yang lama (6-9 bulan); biaya yang cukup besar serta jarak rumah dengan RS yang relatifjauh Untuk tetap mau melanjutkan pengobatan secara teratw memerlukan motivasi yang tingg dari pasien Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran secara umun tentang motivasi pasien TB Paru dalam melaksanakan pengobatan lanjutan Metode penelitian yang digurakan adalah metode deskriptif Populasi berj umlah 79 orang dengan sampel 30 orang penderita TB Paru yang telah mendapat terapi TB minimal 1 bulan dan sedang rawat jalan di unit poti TB RSP. Rotinsulu Bandung. Sampel dipilih melatui tehnik accidental sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 21-25 Februari 2005. Instrumen yang digunakan adalah angket yang terdfi dlri 22 pemyataan yang diformulasikan berdasarkan buku "Tuberk-ulosis klinis" karangan Crofton, Home dan Milter (2002). Instrumen telah diuji validitas (0.38-0.86) dan reliabiliasnva (0.954). Sedangkan untuk pengolahan data hasil angket menggunakan rumus mean dan standar deviasi, kemudian diinterpretasikan dengan menggunakan skala Likert Dan hasil penelitran disimpulkan bahwa pasien TB Paru termotivasi untuk melaksanakan pengobatan lanjutan. Motivator Intrinsik lebih memotivasr dibandingkan Motivator Ekstrinsik. Butir yang paling memotivasi dari Motivator lntrinsik adalah keingnan untuk mernperoleh kesembuhan secepatnya. Sedangkan butir yang kurang memotivasi adalah karena melihat pengalaman penderita lain yang sudah sembuh, namun rnasih dalam kategori memotivasi Butir yang paling memotivasi dari Motivator Ekstrinsik ada 4 butir yaitu: a) dokter. pelawat dan perugas lainnya mengingatkan tanggal kontrol berikutn-,-a b) dokter- perairat dan petugas lainnva bersikap ramatr- sabar dan bersahabat. c) dokter. pcra$at mcmpunvai rvaklu untuk menlarvab penanvaan sal'a dan d) I'asrliras kesehafan yang ada sangat menolong saya melaksanakan pengobatan lanjutan Sedangkan butir vang kurang mernotivasi adalah mempunyai alat tlansportasi untuk kontrol. Saran penelitian inr ditujukan bagi institusi rumah sakit Rotinsulu Bandung, khususnr.a unit poli l'B ra\\at.ialan. hasil penelitian iru ciapat digunakan sebagai bahan rnasukan.,rng duput disampaikan melalui Diklat agar dapat digunakan untuk Iebrh memotivasi pisien 1't3 Paru dalam melan-iutkan pengobatan (kontrol secara rutin). Untuk bidang peneiitian sebagai data dasar untuk penelitian lebih tanjut, seperti menganalisa tingkat ieberhasilan pengobatan TB Paru dengan Penearvas Minum Obat (PMO)dan taripa PMO serta meneliti faktor-thktor penyebab pasien TB Paru lalai berobat (default) dan larn-lai

Detail Information

Item Type
Penulis
R. Panjaitan, MANA - Personal Name
J. Rantung, Ph.D - Personal Name
E. Mangi, MSN - Personal Name
I. Heriyana, MA, MHSc - Personal Name
Tonce Limbong - Personal Name
Student ID
Dosen Pembimbing
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
Edisi
Publish
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Fakultas Ilmu Keperawatan UNAI : Bandung.,
Edisi
Publish
Subyek
No Panggil
302.224 LIM A
Copyright
Doi

Lampiran Berkas