Record Details


no_image

Text

ANALISIS METODE PENGKLASIFIKASIAN BIAYA PRODUKSI DALAM MENENTUKAN HARGA POKOK PRODUKSI PAD KOPERASI PETERNAKAN SAPI BANDUNG UTARA(KPSBU),LEMBNAG

XML img-mendeley

t{arga pokok produksi merupakan elemen penting dalam pertimbangan prhak manajernen dalam mengambil keputusan. Dimana perhitungan harga pokok produk didapat melalui pengakumulasian biaya produksi yang tegadi selama suatu proses produksi te(entu. Penelitian ini membahas tentang penerapan metode pengakumulasian biaya produksi, perhitungan harga pokok prrodulq setta anaiisis metode pengakumulasian biaya produksi dalam menenhrkar harga pokok prodrik. Unhrk menganalisis bagarmana metode pengakumulasian biaya p,roduksi ini, maka penutis melakr:kan penelitian pada sebuah pabrik yang memproduksi makanan teroak sapi (mako), yaitu pada Koperasi Peternakan Sapi Bandung Utara. Penulis menggunakan metode deskriftif yaitu metode penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data tentang objek penelitian, kernudian mengalalisis data temebut dengan relevar; membuat kesimpula-n dan mernberi saran yang diperlukan. Berdasarkan penelitian, KPSBU menggrurnkan metode harga pokok proses (process costing method), namu[ k:urang teliti dalam mernisahkan atau mengklafikasikan antara biaya produksi langsung dengau biaya p'ro&rksi tidak langsuug. Contohnya untuk kategori biaya bahan, terdapat rursur yang sebenamya rrerupakan BOP, tspi dimasukkan kedalam biaya bahan. Tidak dibedakan antara BOP tetap/variabel, sehingga sulit rurtuk mengkontribusikan biaya tersebut. Dalam menghitung harga pokok p'er karung, Koperasi Peternakan Sapi Bandung Utara membagikan junrlah biaya produksi produk tertentu (pudu p""od" teatentu) dengan jrmrlah produk tertentu drhasillirn pada penode yang bersangl:utar1 yaitu 5116 {gustus 2005 atas produk makanar: temak. Dimana KPSBU mernproduksi sebanyak 2.100.000 Kg atarr 42.000 karung ltau setiaP kanurg berisi 50 Kg Menurut KPSBU harga pokok p,r'rduk adalah Rp 17.230 /karung.Sedangkan menurut analisis penulis harga pokok protluk adalah Rp I 7'0 17 Aanmg' Perbedaan disebabkan oleh tidak tspatnya sen'.ua biaya yang digwakan untuk biaya produksi, hanya saja ada perbedaan dalam pengklafikasian biaya produksi langsrmg yang menjadi prime cost dan biaya produksi tidak langsung. KPSBU prime cost adalah sebesar Rp 16.191 rkan:og deogan BOP RP 19i2 /karung, r.tangtan menurut analisis penulis prime cost adalah sebesar Rp 15.%6 Aarung aengan BOP sebesar Rp 1.050Aanurg. Perbedaan ini meagubah harga potot< produh namrm akan sulit dalam menenhrkan atau mengkontribusikan biaya overhead pabrik.

Detail Information

Item Type
Penulis
J. Pangaribuan MBA., SE - Personal Name
Begin Siantrui - Personal Name
M.Doloksaribu,S.E.,M.B.A - Personal Name
Student ID
Dosen Pembimbing
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
Edisi
0
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Fakultas Ekonomi UNAI : Bandung.,
Edisi
0
Subyek
No Panggil
658.155 2 SIA A
Copyright
Doi

Lampiran Berkas