Record Details


no_image

Text

ANALISIS PENGAKUMULASIAN BIAYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT BANTU MANAJEMEN DALAM MENETAPKAN HARGA POKOK PENJUALAN PADA PD. BUDI LESTARI

XML img-mendeley

Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui bagaimana pengakumulasian biaya produksi yang dilakukan oleh PD Budi lestari terhadap 53340 botol minuman Jamu "Cap Dua Banteng". Dan untuk mengetahui penetapan harga pokok penjualan yang dilakukan oleh perusahaan dan bagaimana analisis pengakumulasian biaya produksi sebagai dasar penetapan harga pokok penjualan.. Adapun metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode deskriptif dimana data dikumpulkan berdasarkan fakta yang ada lalu diolah dianalisis, dan pada akhimya diambil kesimpulan- Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dokumen dan wawancara- lalu data yang didapat diolah secara kualitatif untuk mengetahui harga pokok penjuelan Dari hasil penettian yang dilakukan didapati bahwa dalam mengakumulasikan biaya produksi untuk 53340 botol minuman perusahaan mengakumulasikan biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja biaya overhead pabrik dan ikut pula menyertakan biaya pengiriman dalam mengakurnulasikan harga pokok produksi. Setelah mendapatkan harga pokok produksi, perusahaan memberikan biaya toleransi kerusakan sebesar l% dari total biaya produksi dan menambahkannya pada biaya produksi sehingga mendapatkan harga pokok penjualan Biaya bahan baku menurut perusahaan sebesar Rp. 30. 283.600; biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp. 4.688.670; biaya overtead pabrik sebesar Rp.7.959.800; dan biaya pengiriman sebesar Rp. 1.865.500. Jadi total keseluruhan biaya produksi sebesar Rp. 44.717.570 Pada penetapan harga pokok penjualan, setelah perusahaan mendapatkan harga pokok produksinya sebesar Rp. 44.797.570, perusahaan menambahkan biaya toleransi sebesar Rp. tA7.976 pada harga pokok produksi. Sehingga mendapatkan harga pokok penjualan sebesar Rp. 45.245.546 atau Rp. 848 per botol. Berdasarkan analisis teoritis tentang pengakumulasian biaya produksi maka total biaya produksi sebesar Rp. 42.17 5.030. Sedangkan berdasarkan pengakumulasian biaya produksi yang dilakukan perusabaan maka total biaya produksi sebesar Rp. 44.797.570. Ini terjadi karena perbedaan dalam penetapan biaya tidak langsung antara yang dilah*an penulis dengan perusahaan. Penulis menetapkan biaya tidaka langsung pabrik berdasarkan perbandingan antara jumlah produk yang dihasilkan oleh penrsabaan dimana untuk minuman jamu "Cap Dua Banteng" memproduksi 55o/o dui seluruh jumlah produk yang dihasilkan dan perusahaan melakukan kesalahan dalam menggolongkan biaya produksi dimana perusahaan memasukkan biaya pengiriman terhadap total biaya produksi. Maka terdapat perbedaan hasil sebesar Rp 2.622.540. Unhrk penentuan harga pokok penjualan didapati bahwa perusahaan tidak memasukkan biaya tetap seperti penyusutan gedung dan kendaraan. Besamya biaya penyusutan selama I bulan sebesar Rp. 3.838.000. Maka harga pokok penjualan menurut analisa penulis adalah sebesar Rp.47.878.530 atau rp 898per botol

Detail Information

Item Type
Penulis
H. Hondo, Ph.D, MBA - Personal Name
DR. R. Sinabutar - Personal Name
David R. Sormin - Personal Name
Student ID
Dosen Pembimbing
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
Edisi
0
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Fakultas Ekonomi UNAI : Bandung.,
Edisi
0
Subyek
No Panggil
658.155 2 SOR A
Copyright
Doi

Lampiran Berkas