Record Details
Text
ANALISIS BAIYA PRODUKSI SEBAGAI ALAT DASAR KEBIJAKAN MANAJEMEN DALAM MENETAPKAN HARGA JUAL PT.BLUE GAS
XMLAdapun maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perhitungan harga pokok produksi pada perusahaan. untuk mengetahui bagaimana penetapan harga jual produk, dan untuk mengananalisa perhirungan harga pokok produksi dalam penetapan harga jual produk kompor gas dengan merek korina -2 pada PT. Blue Gas Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptil yaitu dengan menjabarkan keadaan perusahaan sebenamya berdasarkan fakta dan data yang ada menganalisa dan menyajikan. Setelah iru penulis dapat menarik kesimpulan sebagai hasil dari penelitian tersebut dan memberikan saran yang diperlukan demi perbaikan perusahaan itu sendiri. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara studi dokumentasi dan wawancara. Perusahaan menghitung biaya produksinya dengan menggunakan metode harga pokok proses (Process Costing Melhozl), dimana biaya-biaya produksi dikumpulkan dan dihitung untuk jumlah produksi tertentu dan untuk periode tertentu. kemudian dibagi dengan jumlah produk yang dihasilkan pada periode itu. Unsur-unsur produksi yang diakumulasikan oleh perusahaan adalah biaya bahan baku aktual, biaya tenaea kerja langsung akrual, dan uksiran 16% dari total biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung untuk biaya overhead pabrik. Maka untuk memproduksi 7500 unit kompor gas dengan merek korina -2 terdiri dari Rp 1,J09.952.025,- biaya bahan baliu, Rp 466.080,1 50,- biaya tenaga kerja langsung, dan Rp 284,165,148.- biaya overhead pabrik. Dengan demikian diperoleh total harga pokok produksinya adalah sebesar Rp 2,060,197,323,- atau harga pokok per unit kompomya adalah sebesar Rp 274.693,- Perhitungan dan penetapan harga jual pada PT. Blue Gas lndonesia dilak-ukan dengan menambahkan biaya pemasaran sebesar Rp 195.608.163,- dan laba yang diharapkan (mark up) sebesar 58.46% dari total harga pokok produksi. Maka harga jual untuk 7500 unit kompor gas merek korina-2 adalah sebesar Rp 3,460,135,035,- atau sama dengan Rp 461,351,- harga jual per rmitnya. Analisis ini dilakukan terhadap biaya produksi, terutama pada biaya overhead pabrik Perusahaan menghitung biaya overhead pabrik dengan menggunakan angka taksiran dari biaya bahan baku setelah ditambah dengan biaya tenaga kerja langsung. Analisis ini menghasilkan harga pokok produksi per unit Rp 273,685,- dan harga jual Rp 459,762.-. Jadi terdapat selisih harga pokok produksi dan harga jual sebesar Rp 1,589,- atau sebesar 0.34%o.
Detail Information
| Item Type | |
|---|---|
| Penulis |
L. Sudjiman, MBA, BSc
- Personal Name
P.E. Sudjiman, MBA., Ph.D
- Personal Name
A.U. Panjaitan, MPd., Drs
- Personal Name
MESTIKA SITUMORANG
- Personal Name
|
| Student ID | |
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI | |
| Edisi |
0
|
| Departement | |
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Fakultas Ekonomi UNAI : Bandung., 2009 |
| Edisi |
0
|
| Subyek | |
| No Panggil |
658.155 2 SIT A
|
| Copyright | |
| Doi |