Record Details
Text
EVALUASI DIRI MAHASISWA PERAWAT TERHADAP PENERAPAN PENGAMBILAN TANDA TANDA VITAL SESAUI PROSEDUR DI RUMAH SAKIT ADVENT BANDUNG
XMLPenulisan skripsi ini dilatarbelakangi penulis masih banyak menemukan mahasiswa yang tidak melaksanakan prosedur tanda-tanda vital sesuai prosedur di Rumah Sakit Advent Bandung, seperti tidak memperhatikan akan posisi pemasangan alat, letak posisi pasien, alat yang digunakar, bahkan menjadi rzlgu-ragu dan salah dalam penu lisan hasil pengukuran. Tujuan penelitian ini untuk mempe roleh gambaran s€cara umum tentang evaluasi diri mahasiswa perawat UNAI terhadap penerapan pengambilan tanda-tanda vital sesuai prosedur di Rumah Sakit Advent Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan jumlah populasi sebanyak 92 orang dan subjek penelitian adalah mahasiswa Akper UNAI tingkat I tahun aj aran 2004-2005 sebanyak 30 orang dengan random sampling, 92 lembar kuesioner ditandai dengan memberi nr.rmor lalu 30 orang kuesioner yang ditanda nomor kelipatan tiga dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan di UNAI pada bulan April 2005. Instrument yang digunakan adalah kuesioner yang telah baku, dikembangkan oleh Sauer yang berjumlah 30 butir pernyataan dengan menggunakan rumus nilai rata-rata dan standar deviasi yang diinterpretasikan menurut skala Likert. Hasil penelitian ini bahwa mahasiswa Akper tingkat ljarang menerapkan pengambilan tanda-tanda vital sesuai prosedur di Rumah Sakit Advent Bandung. Mahasiswa Akper UNAI tingkat I paling menerapkan aspek pengambilan Denyut nadi, dan kurang menerapkan aspek pengambilan Suhu tubuh, walaupun keempat aspek masih dalam kategori rendah. Butir yang paling diterapkan dari aspek Pemafasan adalah mahasiswa perawat sering "Tidak menjelaskan prosedur pengambilan pemafasan kepada pasien," dengan kategori tinggi dan konsensus jawaban rendah, sedangkan butir yang kurang diterapkan adalah mahasiswa perawat jarang "Mengobservasi I inspirasi dan I ekspirasi siklus pernafasan dengan melihat jam dctik," dengan kategori rendah dan konsensus jawaban rendah. Butir yang paling diterapkan dari aspek Tekanan darah adalah mahasiswa perawat sering "Menggulung rapih peralatan dan merapihkan spigmomanometer pada tempatnya," dengan kategori tinggi dan konsensus jawaban rendah. Sedangkan butir yang kurang diterapkan adalah mahasiswa perawat jarang "Menutup rapat kleb balon spigmomanometer," dengan kategori rendah dan konsensus jawaban rendah. Saran-saran diberikan kepada mahasiswa keperawatan, agar hasil p€nelitian ini dapat menjadi motivasi mahasiswa perawat untuk mempertahankan dan meningkatkan penerapan pengambilan tarda-tanda vital sesuai prosedur selama praktek di rumah sakit. Untuk bidang penelitian, diharapkan penelitian ini dapat dikembangkan pada penelitian berikut, dengan mengadakan perbandingan evaluasi diri mahasiswa perawat terhadap penerapan pengambilan tanda-tanda vital sesuai prosedur di rumah sakit.
Detail Information
| Item Type | |
|---|---|
| Penulis |
Drs. J. Tambunan, MSN
- Personal Name
S. M. Simanjuntak, MSN
- Personal Name
Drs.J.Tambunan, MSN
- Personal Name
L.HUTAPEA, MSc. PHNurse
- Personal Name
DONNA MARIA SIANTURI
- Personal Name
|
| Student ID | |
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI | |
| Edisi |
Print
|
| Departement | |
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Fakultas Ilmu Keperawatan UNAI : Bandung., 2005 |
| Edisi |
Print
|
| Subyek | |
| No Panggil |
362.173 SIA E
|
| Copyright | |
| Doi |