Record Details
Text
PEMAHAMAN GEREJA MASEHI ADVENT HARI KETUJUH JEMAAT PARONGPONG TENTANG PEMAKAIAN CINCIN KAWIN BERDASARKAN 1 PETRUS 3:3, 4
XMLABSTRAKSI PENELITIAN PROGRAM SARJANA (S-1) UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA FAKULTAS FILSAFAT JUDUL : PEMAHAMAN GEREJA MASEHI ADVENT HARI KETUJUH JEMAAT PARONGPONG TENTANG PEMAKAIAN CINCIN KAWIN BERDASARKAN 1 PETRUS 3:3, 4. Peneliti : Anfranklin Lumbanraja Nim : 0911013 Pembimbing : Milton Pardosi., M. A. R. Akhir-akhir ini sebuah tradisi barat yang muncul di kalangan gereja-gereja Kristen di Indonesia adalah penggunaan cincin kawin. Tradisi menggunakan cincin kawin sudah masuk di kalangan orang-orang Kristen dan bahkan di dalam Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK). Penggunaan cincin kawin ini sudah mulai banyak terlihat digunakan oleh pria dan wanita yang sudah menikah bahkan yang masih bertunangan. Tradisi yang masuk ini menjadi sebuah masalah bagi umat-umat Tuhan di beberapa daerah, dan Ini menjadi perhatian penulis dan menjadikanya sebuah penelitian ilmiah. Penelitian ini dibuat dengan mensurvei pandangan para penulis tentang cincin kawin. Pandangan mereka dibagi dalam 2 bagian, yaitu cincin kawin itu merupakan benda yang tergolong perhiasan sebagaimana yang terdapat dalam 1 Petrus 3:3, 4 dan yang kedua adalah bahwa cincin kawin itu tidak termasuk dalam perhiasan sebagaimana dalam teks tersebut. Berdasarkan hal tersebut, penulis memfokuskan penelitian dengan membagikan kuesioner kepada 75 orang dan 65 orang anggota jemaat Parongpong, PERPUSTAKAAN UNAI Bandung mengembalikan kuesioner sebagai objek penelitian yang dengan demikian data tersebut dapat digunakan sebaik baiknya untuk kepentingan penelitian ini. Kesimpulan akhir dari penulisan ini adalah menyatakan bahwa cincin kawin itu adalah benda yang tergolong perhiasan seperti yang ada dalam teks 1 Petrus 3:3, 4. Walaupun tidak ada peraturan untuk melarang menggunakan cincin kawin bagi umat Tuhan, tetapi hendaklah setiap orang yang menggunakan benda tersebut berhati-hati dalam menggunakanya agar tidak menggunakan cincin kawin di daerah-daerah yang di dalamnya masih ada pertentangan akan pemakaian benda tersebut sehingga tidak menjadi batu sandungan terhadap anggota jemaat yang lain. Perhiasan yang harus ditunjukkan oleh umat-umat Tuhan adalah perhiasan batiniah yang adalah kebaikan, kasih dan kelemah lembutan yang berasal dari Roh karena itulah perhiasan yang layak dan harus dipamerkan di dalam kehidupan umat-umat Tuhan.
Detail Information
| Item Type | |
|---|---|
| Penulis |
Anfranklin Lumbanraja
- Personal Name
M. Pardosi, M.A.R
- Personal Name
B.D. Nainggolan, M.P.S
- Personal Name
S. Hutagalung, M.Min
- Personal Name
R. Hutabarat, Ph.D
- Personal Name
|
| Student ID | |
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI | |
| Edisi |
Publish
|
| Departement | |
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Fakultas Filsafat UNAI : Bandung., 2013 |
| Edisi |
Publish
|
| Subyek | |
| No Panggil |
203.7 LUM P
|
| Copyright | |
| Doi |