Record Details
Text
DAYA ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI TUMBUHAN SIRIH ( Piper betle L.) TERHADAP BAKTERI PATOGENIK KULIT DAN PENCERNAAN
XMLTelah dilakukan penelitian aktivitas antibakteri dari ekstrak dan fraksi daun sirih (Piper betle L.) terhadap enam jenis bakteri uj i, yaitu Staplrylococcus aureus, Pseudomonas aerugirnsa, Streptococcus sp., Salmonella typhi, Eschericia coli dan Shigella dysentiae. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan ekstrak dan fraksi tumbuhan sirih (Piper betle L.) dalam menghambat p€rtumbuhan bakteri uj i. Penelitian diawali dengan proses ekstraksi daun sirih (Piper berle L.) dan dilanjutkan dengan proses fraksinasi dengan menggunakan beberapa jenis pelarut berdasarkan tingkat polaritasnya, yaitu Metil Chlor (MtCl), Etil Asetat (EtoAc) dan Heksana. Uji pendahuluan yang dilakukan adalah uji Minimum lnhibition Concentration (MIC) untuk menentukan acuan konsentrasi pada uji antibakteri. Selanjutnya dilakukan uji antibakteri melalui metode perforasi difusi agar dengan menggunakan silinder kaca. Hasil Uji Minimum Inhibition Concentration (MlC), menunjukan bahwa konsentrasi hambat minimum ekstrak daun siih (Piper betle L.) terhadap seluruh bakteri uji adalah 10.000 ppm atau l%, fraksi Metil Chlor (MICI) terhadap seluruh bakteri uji adalah 1.000 ppm atau 0,lyo, sedangkan fraksi Etil Asetat (EtoAc) dan fiaksi Heksana, pada konsentrasi 1.000 ppm atau 0,lo/o, menghambat pertumbuhan empat jenis bakteri uji, yaiu Staphylococcus oureus, Pseudomonas aeruginosa, Streptococcut sp., dan Shigella dysenlriae, tetapi menghambat pertumbuhan seluruh bakteri uji pada konsentrasi 10.000 ppm atau lo/o. Hasil Uji Antibakteri menunjukan bahwa ekstrak daun sirih (Prper betle L.) merupakan s€nyawa antibakteri yang paling sensitif untuk baktei Pseudomorns aeruginosa (23,E6 mm) dn Staphylococcus oureus (21,67 mm); fraksi Metil Chlor (MtCl) merupakan senyawa antibakteri yang paling sensitif unok bakteri Pseudomonas aeruginosa (23,89 mm) dan Slreptococcus sp. (22,11 mm); fraksi Etil Asetat (EtoAc) merupakan senyawa antibakteri yang paling sensitif untuk bak:;ei Staplrylococcus (rureus (23,53 mm) dan Pseudomonas aerugircsa (19,47 mm); dan fraksi Heksana merupakan s€nyawa antibakteri yang paling sensitif untuk bakteri Staphylococcus aureus (19,94 mm) dan Pseudomonos aeruginosa ( 19,22 mm). Fraksi Metil Chlor (MtCl) adalah fraksi yang paling baik digunakan sebagai antibakteri karena sudah mampu menghambat pertumbuhan bakteri pada konsentrasi 100 ppm alau 0,01o/o dengan rata-rata diameter hambat 12,92 mm. Peningkatan konsentrasi terhadap ekstrak dan setiap ft'aksi yang digunakan, akan meningkatkan aktivitas antibakteri, hal tersebut terjadi karena dengan meningkatnya konsentrasi, jumlah senyawa antibakteri yang dikandungnya juga akan semakin meningkat.
Detail Information
| Item Type | |
|---|---|
| Penulis |
Dr. M. Siahaan
- Personal Name
R. Suwitono, MSc
- Personal Name
DR. Ratu Safitri
- Personal Name
YOOPIE SETIAWAN
- Personal Name
DR. J. TOBING
- Personal Name
|
| Student ID | |
| Dosen Pembimbing | |
| Penguji | |
| Kode Prodi PDDIKTI | |
| Edisi |
0
|
| Departement | |
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam UNAI : Bandung., 2005 |
| Edisi |
0
|
| Subyek | |
| No Panggil |
632.953 SET D
|
| Copyright | |
| Doi |